Harmonisasi Pemikiran


Pencarian orisinalitas cara pandang merupakan mekanisme yang harus diperhatikan di saat hendak melakukan harmonisasi pemikiran. Oleh karena itu, metodologi yang digunakan untuk merumuskan harmonisasi itu, harus dicarikan dari dalam tradisi kita sebelum menilik metodologi lain yang berada di luar tradisi tersebut. Konsepsi ini, dimaksudkan untuk memahami urgensi inofasi diri di saat melakukan harmonisasi atau interaksi. Lebih dari itu, hal tersebut juga akan memberikan pengertian bahwa setiap masa memiliki problemtika kekiniannya tersendiri, sehingga pembaharuan materi harmonisasi harus terus menerus dilakukan, seiring dengan perubahan problematika kekinian. Problematika kekinian harus dijadikan titik tolak dalam menentukan konsepsi harmonisasi. Artinya, transformasi pemikiran luar tidaklah menitik beratkan pada proses pentaklidan, melainkan dari proses penalaran yang matang.

10 komentar:

uNieQ 11 Desember 2008 pukul 06.39  

wah wah wah inspiratif niyh,,

Asep Saepudin 11 Desember 2008 pukul 17.36  

"Transformasi pemikiran luar tidaklah menitik beratkan pada proses pentaklidan, melainkan dari proses penalaran yang matang."

Proses menalar yang baik tentunya hanya dapat ilakukan dengan benyak melatih dan mencoba bernalar. Tidurpun menurut saya merupakan proses bernalar melalui alam bawah sadar.

Salam sukses!

Haris 11 Desember 2008 pukul 19.08  

Setuju sekali, bahwa transformasi pemikiran luar seharusnya melalui proses penalaran yang matang, sehingga tidak mengganggu harmonisasi yang ada, keseimbangan barupun lebih mudah didapatkan.

Inspiratif sekali mbak Fina.
Terimakasih sharingnya ya

Kristina Dian Safitry 11 Desember 2008 pukul 22.03  

kalo saya sih kayaknya otak ini sudah gak original lagi. dah berat buat diajak "jalan". seret gitu lho. apa mungkin karena kkekurangan pelumas ya?*gubrak!*

deFranco 11 Desember 2008 pukul 22.08  

Weleh...sampeyan sebangsa orang2 handal rupanya, pemikiran2 sampeyan sangat menarik sekali...

Muhammad Ayub 12 Desember 2008 pukul 17.14  

pemikirannya bagus...saya sangat setuju utk menentang kekerasan...yg penting selalu hati-2 jgn terlalu liberal,shg al Qur'an dianggap karangan nabi(naudzubillah).sukses selalu,tetap ngeblog...

ikhsanudin bin muhtarmat khaerun bin juremi 12 Desember 2008 pukul 18.59  

setuju ada deh...

private business 13 Desember 2008 pukul 17.31  

pendidikan merupakan bagian dari hidup kita.. thnk info

Pensil 14 Desember 2008 pukul 12.11  

Terima kasih buat Muhammad Ayub atas nasehatnya. Insya Allah tetep istiqomah dan berjalan sesuai Al-qur'an dan assunnah. Amin Ya Rabb...

Helmi Rahim 25 Februari 2009 pukul 18.56  

Mengapa mesti ada harmonisasi pemikiran? efeknya apa?

Tatkala bencana datang dan merusak banyak sumber penghidupan, seharusnya manusia mengoreksi diri akan tingkah lakunya yang secara tidak sadar telah mengeksploitasi lingkungan alamnya.