Manusia Primitif














Manusia primitif sangat mempercayai eksistensi alam ghaib. Ia bertingkah laku dengan nilai dan norma yang konon berasal dari Tuhan Sang Penguasa Alam. Hanya saja, karena tiada wahyu Tuhan yang menuntun mereka, sehingga terjerumus terhadap pencarian Tuhan yang keliru. Mereka mempercayai tempat-tempat keramat, dan bahkan mentuhankan benda. Namun dunia selalu berputar, waktu selalu berganti dan terus maju ke depan. Masa primitif diganti dengan zaman modern yang disuguhi dengan berbagai teknologi maju. Dari sini pemaknaan manusia terhadap suatu benda mengalami pergeseran. Termasuk di dalamnya pandangan mengenai ketuhanan, kemanusiaan, norma dan nilai dalam kehidupan

6 komentar:

ciwir 12 Desember 2008 pukul 13.11  

manusia primitif terkadang lebih beradap dari pada manusia modern

inicuma 12 Desember 2008 pukul 14.12  

tapi tidak jarang manusia modern yang sifat dan tingkah lakunya primitif mbak

Unknown 18 Desember 2008 pukul 10.19  

tidak ada yang terjerumus dan keliru dalam pencarian Tuhan, jika tuhan ada dimana-mana. Dan tidak ada yang menTuhankan benda, karena mereka sadar benar bahwa Tuhan ya..Tuhan..benda ya..benda..yang ada hanyalah ketidak mengertian kita terhadap keyakinannya. Apa yang dilakukannya. (inilah yang dimaksud toleransi)

putra khan 20 Desember 2008 pukul 05.43  

gaib dan mesteri itulah kerinduan manusia yang sesungguhnya. kita adalah keturunanprimitif yang pura - pura modern. berlakulah primitif sehingga kita punya toleransi yang jujur terhadap benda,ruang dan waktu.

Helmi Rahim 25 Februari 2009 pukul 19.13  

toleransi apa yang dimaksud disini? toleransi hidup sehari-hari atau toleransi keberagama?

Helmi Rahim 25 Februari 2009 pukul 19.15  

toleransi dlam beragama ada batasannya, aqidah tidah dapat ditolerir/ (lakum diynukum walyadiiny)

Tatkala bencana datang dan merusak banyak sumber penghidupan, seharusnya manusia mengoreksi diri akan tingkah lakunya yang secara tidak sadar telah mengeksploitasi lingkungan alamnya.